Mengambil latar belakang insiden Mei 1998, Chelsea Islan dan Boy William didapuk menjadi pemeran utama yang melakonkan mahasiswa Trisakti yang ikut demo untuk melengserkan Presiden Soeharto. Berasal dari ras yang berbeda, mereka menjalin cinta dan bersama-sama menjadi aktivis bersama dengan teman-teman yang lain. Chelsea Islan yang adalah adik dari petugas rumah tangga istana dan kakak iparnya adalah seorang tentara, melarang kegiatannya. Tapi ia tidak putus asa. Ia ikut terjun ke jalan menyuarakan suara mahasiswa dan menuntut Presiden Soeharto untuk turun dari kursi kepresidenan.
Di sisi lain, Boy William yang merupakan keturunan Tionghoa, semula mendukung demo yang dilakukan para mahasiswa. Tapi terjadi insiden penembakan mahasiswa dan memicu kerusuhan yang tidak terkontrol. Keturunan Tionghoa di ibukota banyak menjadi sasaran dari kerusuhan, dari pembakaran kendaraan, penjarahan toko hingga pemerkosaan wanita. Demi menghindari kerusuhan yang merugikan keturunan Tionghoa, ia memutuskan untuk pergi ke luar negeri bersama keluarganya tanpa sempat berpamitan pada kekasihnya.
Setelah 17 tahun kemudian, mereka berdua dipertemukan kembali tetapi masing-masing dari mereka telah menikah dan memiliki anak. Kisah ini menceritakan bagaimana rasa cinta kakak terhadap adik, ayah terhadap anak, cinta seorang sahabat dan kekasih. Semua didapuk menjadi satu dan diceritakan dengan apik.

No comments:
Post a Comment